sebuah arti kehidupan

Kau yang menentukan takdirmu ,jadi kenapa harus bingung ? Mau kemana engkau kelak :)

SKRIPSI BOY

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

In Footbaal

memikirkan bagaimana caranya sukses lebih penting, daripada memikirkan dia yang tak memikirkanmu (? ???)9

I LOVE MY SELF

hidupi yang anda katakan, katakan yang anda hidupi

waktumu sudah habis

Hadiah terbesar yg diberikan Allah adalah Cinta orangtuamu kepadamu

Pages

Senin, 13 Juni 2011

ILMU DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF SOSIOLOGIS FISIOLOGIS

ILMU DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF SOSIOLOGIS FISIOLOGIS

Pendahuluan.
Alqur’an adalah sumber dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini baik fisik maupun metafisik segala sesuatu yang talah terdefinisikan maupun yang masih dalam masa pencarian tentang devinisinya, dalam segala sesuatunya juga al-quran dijadikan marojik referensi untuk segala hal, seiring berkembangnya zaman semakin banyak dan besar ayat-ayat al-quran yang terungkap dan menjadi ilmu pengetahuan baru disamping itu pula dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka terjadilah pandangan-pandangan baru pula terhadap sesuatu, termasuk perspektif tentang ilmu sendiri, apa sebenarnya ilmu tersebut dan bagaimana suatu hall itu di namakan dan dikatakan ilmu, al-quran pun akan menyibakkan serta menjelaskan apa ilmu dalam perspektif sosiologis dan filosofis,
Filosofis ilmu
Filsafat adalah pemikiran, sedangkan ilmu adalah ‘kebenaran’. Gampangnya, filsafat ilmu adalah pemikiran tentang kebenaran. Apakah benar itu benar? Kalau itu benar maka berapa kadar kebenarannya.? Apakah ukuran-ukuran kebenaran itu? Di mana otoritas kebenaran itu? Dan apakah kebenaran itu abadi? Tujuan filsafat dan ilmu yakni sama-sama mencari kebenaran. Hanya saja filsafat tidak berhenti pada satu garis kebenaran, tetapi ingin terus mencari kebenaran kedua, ketiga dan seterusnya sampai habis energinya. Sedangkan ilmu kadang sudah merasa cukup puas dengan satu kebenaran dan bila ilmu itu disuntik dengan filsafat alias pemikiran maka ia kan bergerak maju untuk mencari kebenaran yang lain lagi.
Filsafat itu ibarat energi dan ilmu itu umpama mesin listrik. Jika energi dipasok ke turbin mesin, maka mesin akan bekerja menghasilkan setrum yang dipakai untuk menyalakan lampu yang memancarkan cahaya. Filsafat dan ilmu bahu-membahu mengusung kebenaran, namun kebenaran filsafat dan kebenaran ilmu masih tetap saja bersifat relatif sebagai proses yang tidak pernah selesai. Maksudnya, bahwa kebenaran yang didapatkan oleh filsafat dan ilmu tak pernah selesai dan terus berproses dan menjadi, yang dalam hukum dialektika (Thesis, Antithesis, Sinthesis) dan seterusnya sebagai tanda bahwa manusia, pemikirannya dan ciptaannya bersifat relatif. Sedangkan kebenaran itu sendiri identik dengan Pencipta kebenaran. Oleh karena itu, yang maha benar adalah Allah SWT (QS : 34 48 )Dalam filsafat illuminasi, "Tuhan kosmos ini adalah Sumber Cahaya, yang dari-Nya wujud diri yang beradiasi memancarkan suatu cahaya yang menyingkap semua wujud, dan ketika tiada lagi dunia privasi, non-wujud, dan kegelapan bersanding dengan dosa. Menurut epistimologi illuminasi, pengetahuan diperoleh ketika tidak ada rintangan antara keduanya. Dan hanya dengan begitu, subyek mengetahui dapat menangkap esensi obyek.
Akan dijelaskan beberapa aliran yang akan menyibak ilmu menurut hubunganya dengan kebutuhan lahiriah dan batiniah manusia, serta bagaimana aliran-aliran itu menerapkan dalam kehidupan sekaligus mengimplementasikanya.
pembahasan
Aliran konserfatif
Tokoh : imam ghozali,nasiruddin althusi, ibnu aljama’ah, sahnun,ibnu hajar
Aliran konserfatif : ditujukan kepada sebagian orang yang bertekad untuk memelihara hal yang sudah lewat dan meneruskanya contoh : setiap orang kristen seharusnya bersifat konserfatif karena sesungguhnya seluruh gereja dipanggil oleh tuhan untuk memelihara wahyunya sehingga boleh memelihara mandat yang di berikan serta mempertahankan kebenaran.
Pemikiran aliran ini dalam bergumul dengan persoalan pendidikan cenderung bersikap murni keagaman, mereka memaknai ilmu dengan dengan pengertian sempit, yakni hanya mencakup ilmu-ilmu yang dibutuhkan saat sekarang (hidup didunia) yang jelas kelak akan membawa manfa’at di akhirat, penuntut ilmu berkewajiban mengawali belajarnya dengan kitabullah, ia berusaha menghafalkan dan mampu menafsirkannya ulumul qur’an karna itu merupakan induk dari semua ilmu lalu dilanjutkan dengan belajar hadist’ushul,nahwu ,dan shorof, menurut aliran ini ilmu di klasifikasikan menjadi
Ilmu wajib di pelajari oleh setiap individu, dalam artian ilmu agama yaitu yang memang dibutuhkan untuk dapat memperoleh ketenangan batiniah(emosional) sehingga ketenangan lahiriah pun akan mengikutinya
Ilmu wajib kifayah untuk dipelajari yaitu ilmu yang di butuhkan demi tegaknya urusan kehidupan dunia : ilmu kedokteran
Implikasi
Menurut al-ghozali ilmu-ilmu cabang,ilmu alat dan ilmu-ilmu pelengkap termasuk didalamnya filsafat dibagi menjadi empat bidang
 Ilmu ukur dan ilmu hitung disiplin ilmu ini diperbolehkan untuk mempelajari dan dilarang hanya bila jelas-jelas membahayakan bagi yang bersangkutan karena dapat mengantarkanya kepada ilmu yang tercela
 Ilmu mantiq (logika) yaitu ilmu yang berkenaan dengan dalil (argumentasi) syarat-syarat bentuk berargumentasi dan syarat-syarat,unsur dalam ilmu ini masuk kedalam ilu kalam
 Ilmu ketuhanan(teologi) yaitu ilmu yang berisi kajian tentang dzat tuhan
 Ilmu kealaman, sebagian ilmu ini bertentangan dengan ilmu syara’agama dan kebenaran inilah bentuk kebodohan dan bukan ilmu pengetahuan, sebagian lainya mengkaji tentang anotomi rincian organ-organ dan perubahan hal ini mirip dengan pandangan dokter,hanya saja dokter ilmu lebih unggul dan lebih di butuhkan
Aliran religius rasional
Tokoh ikhwan alshafa, ikhwan alfarobi, ibnu sina ibnu maskawih
Pemikiran,tidak jauh berbeda dengan pemikiran kelajuan tradisionalis tekstualis (naqliyun) atu konserfatif dalam hal realisasi pendidikan dengan tujuan agamawi, ikhwan alsafa mengakui bahwa semua ilmu dan satra yang tidak mengantarkan pemiliknya menuju consern terhadap akhirat dan tidak memberikan makna sebagai bekal disana maka oleh karna itu demikian hanya akan menjadi bomerang bagi sipemilik kelak di akhirat, ikhwan al shafa merumuskan ilmu sebagai berikut ,” ketahuilah bahwa ilmu adalah gambaran tentang sesuatu yang di ketahui pada benak jiwa orang yang mengetahui
Aliran ini banyak membangun konsep-konsepnya dan pemikiran filsafat yunani dengan pandangan dasar dan orientasi keagaman mereka,objek utama para pengkaji dan membidik pemikiran kelompok ikhwan al safa perngumulan intensifnya dengan rasionalitas yunani dalam berbagai sesi sampai mereka dijuluki pemburu hikmah (filsafat ) yunani di belahan dunia timur beliau mengambil ajaran filsafat yang tidak bertentangan dengan ajaran islam
Implikasi
tampak jelas bahwa mereka berkeinginan kuat agar pola dan sistem mereka menjadi model dan ajuan tranmisi ragam ilmu pengetahuan khususnya dari yunani dan karenanya mereka berusaha serius merkonsisiasi diantara ragam ilmu pengetahuan tadi dengan visi epistimologi islam.

Aliran pragmatis
Tokoh: ibnu kholdun
Pemikiranya meskipun tidak kurang komprehensifnya dibanding kalangan rasionalis, dilihat dari sudut pandang tujuan pendidikan lebih banyak bersifat pragmatis dan lebih berorientasi aplikatif – praktif
Pragmatisme adalah aliran yang menjajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar apa yang membuktikan akibat-akibat yang bermanfaat secara praktis, aliran ini bersedia segala sesuatu asal saja membawa akibat praktis pengalaman pribadi kebenaran mistis semua bisa diterima sebagai kebenaran dan dasar tindakan asal membawa akibat yang praktis yang bermanfaat dengan demikian patokan prakmatisme adalah manfaat dari hidup praktis
Implikasi
dia mengklasifikasikan ilmu pengetahuan berdasar tujuan fungsionalnya bukan berdasar nilai subtansi semata dengan hal itu ia membagi ragam ilmu yang perlu dimasukan kedalam kurikulum pendidikan , menjadi dua bagian
• Ilmu ilmu bernilai intrinsik semisal ilmu syari’at (keagaman) : tafsir. Fiqih, kalam , hadits, ontolagy dan teologi dari cabang ilmu fisafat
• Ilmu-ilmu yang bernilai extrinsik-instrumental bagi ilmu-ilmu jenis pertama, misalnya : kebahasa araban, ilmu hitung, dan sejenisnya ,bagi ilmu syar’i.
Berangkat dari orientasi kepraktisan (amaly) ibnu kholdun membolehkan ilmu yang bernilai intrinsik, sebab hal demikian dapat meningkatkan intlektualitas akademik seseorang. Adapun ilmu yang bersifat ekstrinsik-insttrumental tidak boleh di skursus rasional tentang ilmu ini, kecuali bila diletakkan dalam kerangka kegunaan bagi jenis ilmu yang bernilai instrinsik.
Implementasi dalam belajar mengajar
A. Aliran konserfatif
Untuk metode, ia misalnya menggunakan metode mujahadah dan riyadoh. Pendidikan praktek kedisiplinan , pembisasan dan penyajian dalil naqli dan aqli, serta bimbingan dan nasehat, seakan media atau alat digunakan dalam pengajaran beliau menyetujui adanya pujian dan hukuman disamping keharusan menciptakan kondisi yang mendukung terwujudnya akhlak yang mulia.
Mengenai proses pembelajaran , al ghozali mengajukan konsep pengintegrasian antara materi, metode, media atau alat pengajaranya, seluruh komponen tersebut harus di upayakan semaksimal mungkin, sehingga dapat menumbuh kembangkan segala potensi fitrah anak agar nantinya menjadi manusia yang hidup penuh dengan ketamaan
Materi yang ingin disampaikan harus sesuai dengan tingkat perkembangan anak baik dalam hal usia,intelegensi maupun minat dan bakatnya. Adapun ilmu yang baik di berikan pada tahap pertama yang diberikan ilmu tentang keagama’an dan syariat, terutama alqur’an.
B. Aliran religius-rasionalis
Menurut ikhwan al shafa, pendidikan merupakan suatu aktivitas yang berhubungan dengan kebijaksanaan. Ibarat seorang raja, peendidikan akan dikatakan bijaksana apabila memberikan pendidikan yang terbaik kepada peserta didik, sebagai bekal bagi dirinya untuk menjadi raja berikutnya.
Disini tujuan pendidikan disamping melatih ketrampilan juga berupaya membekali peserta didik dengan akhlak yang terpuji. Dalam hal ini menuntut ilmu adalah wajib, Kewajiban ini disebabkan karna dengan ilmu pengetahuan manusia akan dapat mendekatkan diri kepada tuhan, mengenal dan beribadah. Oleh karna itu mengajarkan ilmu pada orang lain merupakan kewajiban pula bagi pendidik.
C. Aliran pragmatis
Ibnu kholdun menganjurkan kepada para pendidik agar mengajarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik dengan metode yang baik dan mengetahui faidah yang dipergunakan dan seterusnya. Terhadap peserta didik hendaknya tidak boleh diajar dengan kasar dan dengan makian . bila hal demikian dilakukan maka akan menyebabkan anak menjadi pemalas, pembohong, tidak bisa mandiri, kasar, tidak berakhlak mulia, keras kepala,suka membantah dan lain-lain.
Ibnu kholdun menganjurkan agar pendidik bersifat sopan bijaksana kepada peserta didiknya demikian pula halnya dengan orangtua agar memiliki sikap tersebut dalam menghadapi anaknya hal ini sangat urgan karna orangtua merupakan pendidik yang pertama dan utama dalam upaya pembentukan anak (kepribadian) namun demikian jika dalam keadaan memaksa yang menuntut harusmemukul si anak maka pukulan terserbut tidak boleh lebih dari 3 kali,tidak boleh membahayakan dan lebih di tekankan pada edukasi.

Penutup
Aliran konservatif merupakan AL-muhaafidzun yaitu mempertahankan ajaran yang sudah ada dan terbukti efektif, termasuk dengan mengklasifikasikan ilmu menjadi dua ilmu agama dengan konteks memang kebutuhan mutlak setiap individu untuk memenuhi kebutuhan batin dan lahirnya ilmu dunia yang memang wajib kifayah untuk dipelajari, ilmu ini dipelajari untuk memenuhi kebutuhan dunia dan demi tegaknya masalah dunia misal : ilmu hitung, ilmu kedokteran, ilmu bahasa dan masih banyak lagi lainya.
Aliran religius-rasionalis(Addiini al aqolani) aliran yang menggaris besarkan ilmu pada kebijaksana’an dengan ini mereka selain transfer of knowledge juga menekankan pada pelatian, pembentukan akhlak dan budipekerti. Karna dari situ mereka akan lebih mengenal Tuhan.
Aliran pragmatis (Adzaro’i) mengedepankan pemanfaatan segala sesuatu secara aplikatif dan praktif, yaitu menerima segala kebenaran asal membawa akibat yang praktis dan bermanfa’at.

















Daftar Pustaka
Ali Syari’ati, Ummah dan Imamah suatu Tinjauan Sosiologis, (Bandung, Pustaka Hidayah, 1989)
Home >> Jurnal Ilmiah >> Filsafat Ilmu Dalam Perspektif Qur’an
http://drmiftahulhudauin.multiply.com/journal/item/10
Ridla muhammad jawad. Tiga aliran utama teori pendidikan islam perspektif sosiologis filosofis.yogyakarta: tiara wacana ilmu 2002 alih bahasa fauroni judul asli alfikr at tarbawi al islami muqodimat fil ushulih al ijtimaiyati waalaqlaniyati.

Kontrak Tarbiyah

Kontrak Tarbiyah
Pada-Mu Rabbi kami berjanji
Pada-Mu Rabbi Kami berbakti
Pada-Mu Rabbi Kami mengabdi
Pada-Mu Rabbi Jiwa raga kami
Dengan ini, saya menyatakan :
Satu,
Saya berjanji untuk melangkah sepenuh hati dalam menjalani hidup ini, ikhlas karena Allah dan mengikuti tuntunan rasulullah.
Dua,
Saya akan bersungguh – sungguh membina diri untuk meraih prestasi samapi mati.
Tiga,
Saya tidak akan pernah merasa terpaksa dalam menjalani aktivitas tarbiyah, karena tarbiyah
Telah menjadi kebutuhan saya hingga akhir hayat saya.
Allah menjadi saksi atas janji saya ini

Yang membuat peryataan,



(………………………………………………)
Tanda tangan dan Nama terang

Senin, 28 Februari 2011

Alhamdulillah saya bisa membaca dan menulis...

Saya merasa Bahwa Allah begitu menyayangi dan mencintai saya dengan segala anugrah yang telah diberikan kepada saya, diantara anugrah yang membuat saya merasa begitu disayang Allah adalah anugrah suka membaca dan menulis. Dengan banyak membaca saya semakin mengenal AllaH, semakin mengenal rosul-Nya, semakin mengenal sifat dan jati diri orang-orang besar yang sholeh dan mulia.
Dengan membaca saya merasakan bisa melipat ruang dan waktu. Saya bisa merasakan hidup di pelbagai tempat san saat. Saya bisa menghayati pelbagai macam perasaan jiwa. Saya bisa merasakan ketulusan Abu bakar saat menemani hijrah Baginda Rosul. Saya bisa merasakan Dahsyatnya Doa Baginda Nabi saat berdoa sambil menangis sebelum perang badar. Saya bisa merasakan kesedihan kota madinah saat Rosulullah wafat. Saya bisa mersakan rasa pilu tiada tara saat Husein cucu Rosulullah Saw. Dibantai di karbala. Saya bisa merasakan semangat imam bukhari saat bertahun-tahun mengembara mengumpulkan hadits – hadits shohih. Saya merasakan kobaran keberanian tiada tara saat mendengarkan pidato Thariq bin Ziyad saat membakar kapal-kapal tentaranya begiru menginjak tanah Andalusia.
Dengan membaca saya bisa merasakan indahnya musim semi di istana AL Hamra. Saya bisa merasakan dahsyatnya rasa rindu majnun pada Laela. Saya bisa mencium aroma darah yang menggenang dikota Baghdad karena pembantaian yang dilakukan Tentara Tartar. Saya juga merasakan aroma yang sama ketika Amerika melakukan pembantaian yang sama di Baghdad. Saya bisa merasakan perasaan hancur seorang ayah di Palestina yang anak kesayanganya ditembak mati dipangkuanya oleh Tentara Israel, seperti yang dialamiayah Muhammad Al Dorrah. Saya bisa merasakan ketegangan Hidup bergelut dengan Laut dan ikan hiu sendirian berhari-hari dan berrmalam-malam seperti yang dialami pak Tua dalam The Old Man and The Sea. Saya bisa merasakan rasa patriot tiada tara yang dirasakan oleh Soekarno dan Hatta saat memproklamirkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. situlah setetes perasaan yang saya dapat dari membaca. Masih ada ribuan perasaan yang saya dapat dari membaca, inilah satu anugrah yang saya rasakan sangat indah, saya rasakan betapa Allah sangat mencintai saya.
Dengan menulis saya merasakan kenikmatan yang tidak kalah dengan kenikmatan membaca. Dengan menulis saya dapat menciptakan perasaan saya sendiri. Saya bisa mengajak jiwa saya semangat, bahagia, sedih, haru, Bergetar dan lain sebagainya, dab saya bisa mengajak orang lain merasakan apa yang sedang saya rasakan. Dengan menulis saya bisa mengajak jiwa saya semangatr ketika sedang melemah. Saya bisa mengajak jiwa saya optimis memandang terang cahaya ketika sedang merasa sedih dan redup. Dengan menulis saya seolah bisa mengobati diri saya sendiri ketika sedang saya sakit. Dan dengan menulis saya merasa lebih berdaya. Saya merasa menemukan ruang yang pas untuk mengajak diri sendiri dan orang lain berusaha menjadi lebih baik dan berdaya.dan dengan menulis saya merasakan betapa Allah begitu mencintai saya. Allahu Akbar!

Terus bagaimana mencintai yang benar menurut sampeyan?”

Memang sangat susah membebaskan diri dari belenggu cinta syahwati. Salah satu sebab timbulnya adalah jika kamu berlama-lama dengan perempuan maka Setan telah menghiasi perempuan itu sehingga tampak olehmu pesonanya, keindahannya, auranya, kebaikannya dan lain sebagainya yang membuatmu cenderung kepadanya.
Bahkan seseorang yang kuat imannya jika berduaan dengan perempuan yang ia tahu perempuan ia berpenyakit sekalipun bisa luntur imannya. Bahkan bisa melakukan perbuatan nista dengan perempuan itu. Karena apa? Karena perempuan itu dirias dan dihiasi oleh setan. Ditambah nafsu yang ada dalam diri lelaki itu. Maka terjadilah apa yang seharusnya tidak terjadi." hampir di semua mata lelaki ada binar liar serigala ketika melihat perempuan. Untuk itulah kenapa kaum lelaki diminta oleh Allah untuk menjaga pandangan. Dan hampir semua wajah dan mata perempuan itu memiliki sihir yang mampu mengubah lelaki jadi serigala. Maka sebaiknya memang keduanya saling menjaga. Agar tetap menjadi manusia yang mulia dan tidak berubah menjadi manusia serigala."
Jikalau engkau mencintai wanita karena belenggu cinta syahwati maka berarti Yang bergerak dalam aliran darahmu dan syaraf-syarafmu itu adalah nafsu dan syahwat. Jika seperti itu, kau tidak jauh berbeda dengan ayam jago yang langsung mengejar ayam betina setelah melihat keelokan ayam betina."

"Tapi bukankah manusia hampir semuanya begitu Mas?"

"Ya benar. Maka tidak berlebihan jika para filosof menyebut manusia sebagai hayawanun nathiqun. Binatang yang berbicara. Manusia itu binatang, hanya saja ia bisa bicara. Bisa berkata-kata. Itulah definisi manusia yang hanya mengutamakan nafsunya saja. Nafsu jadi panglimanya. Nafsu jadi timbangannya. Dan nafsu itu tidak hanya nafsu pada perempuan saja. Termasuk juga nafsu pada kemewahan dunia. Al-Quran menjuluki manusia yang seperti itu dengan kalimat: 'Mereka seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. Orang-orang yang dikendalikan oleh nafsunya adalah orang yang lengah. Orang yang tidak memiliki rusyd, atau kesadaran penuh. Orang seperti itu yang akan rugi di mana pun dia berada. Ia akan mudah dicocok hidungnya oleh setan untuk dijerumuskan ke dalam jurang kebinasaan dan kenestapaan."

"Terus bagaimana cara mencintai lawan jenis yang benar menurut Sampeyan?"

"Mencintai dengan timbangan fithrah dan bashirah. Mencintai dengan kesucian dan mata hati. Fithrah dan bashirah yang jadi timbangannya. Yaitu, jika kau mencintai wanita bukan karena tertipu oleh kecantikan paras wajahnya dan keelokan bentuk tubuhnya. Bukan karena tersihir oleh matanya yang berkilat-kilat indah seperti bintang kejora. Bukan pula terpikat karena bibirnya yang ranum segar seperti mawar merekah. Juga bukan karena keindahan suaranya yang susah dilupakan. Bukan karena hartanya yang melimpah ruah. Bukan karena kehormatannya, yang kau akan jadi ikut terhormat karena menikahinya. Jika bukan karena itu semua kau mencintainya. Tapi kau mencintai dengan memakai timbangan fitrahmu, dan matabatinmu. Kau mencintai dia karena merasakan kesucian jiwanya dan agamanya, dan mata batinmu condong karena kecantikan akhlak dan wataknya. Hatimu terpikat karena harumnya kalimat-kalimat yang keluar dari lidahnya. Saat itu kau telah mencintai lawan jenis dengan benar




drU_El Asy’ariyi24...

Senin, 24 Januari 2011

Insprasi kematian

Insprasi kematian
Pada hakikatnya kematian bukanlah berarti kehidupan yang tamat dan akhir dari segala cerita tentang manusia, justru kematianlah yang mampu “mengabadikan hidup” manusia yang fana, tengok saja para pejuang ,pahlawan,orang –orang besar yang sampai saat ini namanya masih mejadi ikon yang akan selalu dikenang, bisa dikatakan nama mereka akan hidup lebih panjang dari pada (umur)hidup mereka.
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Pepatah tua itu nampaknya cukup mampu mejawab pertanyaan diatas. Tak ada yang mampu mengabadikan” hidup” manusia selain peninggalanya, maka tak heran jika Rosulullah jauh-jauh dari dulu pernah bersabda”manusia yang paling baik adalah yang berbudi baik dan bermanfaat bagi lingkunganya”
Pertama,orang yang berbudi baik namanya akan selalu dikenang sepanjang zaman, minimal oleh anak cucunya, melampui umur yang yang dianugrahkan kepadanya,sebut saja seorang ayah misalnya karena semasa hidupnya telah meberikan banyak kesan baik terhadap putra dan putriya sudah pasti dikelanjutanya kisah itu akan selau diceritakan kepada generasi selanjutnya pada cucu-cucunya, Janganlah kita takut dan meratapi kematian nanti, tapi marilah kita persiapkan dan kita buktikan pada dunia bahwa kematian adalah awal dari di mulainya babak baru sejarah manusia yang akan selalu di ingat-ingat jasa dan perbuatan baiknya, hitunganya dia hidup selama 60-70 tahun tapi namanya akan hidup lebih lama bahkan sampai ratusan dan ribuan tahun lamanya, subhanallah....
Jadikanlah kematian sebagai inspirasi untuk menjadikan hidup lebih hidup, sebuah pernyata’an penggugah semangat, “ ketika kamu dilahirkan maka ketika itu kamu menangis dan orang-orang tertawa melihat kamu,maka jadikanlah nanti ketika kamu meninggal, kamu akan tertawa dan orang-orang akan menangisi kamu”, sebuah harga mati bagi orang-orang yang ketika dalam hidupnya menggunakan waktunya untuk senantiasa berbuat baik pada orang lain maka ketika mereka ditinggalkan mereka akan merasa kehilangan dan menangis dalam kesedihan sedangkan ketika itu kamu tertawa karna memang telah berbuat banyak untuk mereka, sebaliknya orang yang ketika dalam hidupnya itu senantiasa berbuat buruk maka kepergiannyalah yang di nanti-nantikan bahkan di harapkan, na’udzubilah min dzalika.

mendidik anak ala rosulullah


Mendidik anak ala Rosulullah
Anak adalah titipan dan rahmat yang dengan itu akan membawa orang tua pada dua jalan, jalan lurus (shirotol mustaqiem) yaitu Surga dan jalan yang salah yaitu neraka, titipan dalam artian bukan sepenuhnya anak adalah milik orang tuanya karna yang telah terjadi tidak ada yang bisa dengan semaunya membuat anak bahkan harapan itu sendiri adalah Allah lah yang menjadi tumpuannya, yang kemudian Allah mengabulkan harapanya dengan catatan anak itu adalah titipannya yang harus dijaga dan dipelihara agar kembali pada Allah tetap pada fitrahya yaitu hamba Allah yang ta’at patuh dan tunduk kepada Allah, sebuah Hadits yang artinya “ setiap manusia dilahirkan dalam keada’an fitrah maka orang tuanya lah yang membuatnya Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi, disini peran orang tua adalah sebagai subjek yang di amanati untuk menjaga si anak sekaligus untuk mendidiknya dan meluruskan jalanya, berbeda dengan orientasi anak adalah sebagai Rahmat. Berarti mendidik anak dengan baik merupakan suatu cara membuka lebar-lebar jalan menuju surga, Rosulullah Bersabda Dalam haditsnya :” jika anak adam meninggal dunia maka terputuslah segala amal perbuatanya kecuali tiga perkara 1. Sodaqoh jariyah, 2. Ilmu yang bermanfa’at, 3. Anak Sholeh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya”. Anak adalah tabungan amal kedua orang tuanya, akan sangat bahagia sekali orang tua yang selalu di doakan oleh anak anak mereka,
oleh karna itu maka ada beberapa hal yang perlu yang perlu diperhatikan dalam menuntun mereka untuk menjadi anak yang sholeh :
1.      Dasar mendidiknya yang pertama adalah bagaimana sedari dini sudah membuat mereka senantiasa menjalani apa yang di perintahkan oleh Allah, dan menjahui apa yang dilarang oleh Allah,
“ Sampai sa’at sekarang, inilah yang sulit bagi orang tua yang katanya memang mempunyai kesibukan, sampai lupa akan kewajiban mereka terhadap anak-anak mereka, sedikit orang yang tidak sibukpun akan sangat kesusahan dengan keada’an situasi dan kondisi yang memang semakin lama semakin tidak mendukung, ( tv, internet,playstation, handphone, gambar, majalah, dsb ).sudah menjadi sumber rusaknya moral anak-anak kita.
Untuk menanggulangi seperti yang terjadi diatas, KH Heru Syaiful Anwar (pembantu dekan 2 fakultas tarbiyah isid gontor,pmpinan ponpes walisongo ngabar ) memberikan jalan keluar yang terbukti ampuh untuk menjawab semua fenomena yang terjadi, yaitu memasukkan anak-anak ke pondok, orang tua yang sibuk sudah tidak akan berpengaruh. karna si anak ada yang menjaga, bahkan tv, internet dan sebangsanya tidak akan berdampak buruk lagi, karna memang telah di saring dan di batasi,
2.      Didik anak kamu sebelum kamu repot atau sebelum kamu kerepotan mendidiknya, kerepotan disini dalam artian ketika anak- anak telah beranjak dewasa maka sudah akan semakin sulit meluruskan jalan mereka kembali,  sama Halnya belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas Batu sedangkan belajar di waktu dewasa seakan mengukir diatas air.
Kenapa dewasa ini mendidik anak merupakan perkara yang sulit, jawabanya adalah karna Minimnya contoh dan suri tauladan, sifat dan Sikap yang harus dimiliki oleh orang tua sebagai suri tauladan adalah :
1.      Kejujuran : dengan kejujuran ini akan selalu mengalirkan aura positif pada Anak- anak yang dengan sendirinya akan berpengaruh besar pada sikap dan kebiasa’an si anak.
2.      Kepercaya’an : berusahalah untuk selalu percaya pada sang anak di mulai dari hal sekecil apapun, timbal baliknya si anak akan selalu percaya pada kita pada hal apapun juga.
3.      Teladan : jadilah teladan dengan bersikap baik pada ucapan maupun tingkah laku, anak- anak dalam keseharianya adalah sebuah alat perekam yang membaca dan merekam setiap kejadian disekelilingnya.
4.      Doa : jangan pernah sampai lupa untuk senantiasa mendoakan sang anak, agar selalu tetap di jalan lurus Allah SWT, disini termasuk orang tua harus menjaga nafkah si anak berasal dari sumber yang halal.

Kamis, 23 Desember 2010

sistematik tasawuf

Sistimatik Tasawuf
Drs Barmawie Umarie

  1. A.    ARTI TASAWUF
Ada beberapa teori tentang asal dari kata tasawwuf antara lain adalah :
  1. Berasal dari kata shafw,artinya bersih atau shafaa.kemungkinan ini dikuatkan,oleh karna tujuan hidup kaum sufi adalah kebersihan lahir dan batin menuju magfirah dan ridha Allah
  2. Berasal dari kata shuffah, yaitu suatu kamar disamping mesjid rosullah dikota madinatul munawarah, kamar mana disediakan melulu untuk para sahabat yang aktif di bidang ilmiah, dimana makan minum mereka ditanggung oleh orang-orang yang mampu dalam kota madinah,para sahabat yang pernah tinggal disitu antara lain :abu dardak ,abu zarr, abu hurairoh
  3. Berasal dari kata shaff, yaitu barisan dikala sembahyang. Oleh karna itu orang yang kuat imanya serta suci batinya biasanya memilih shaff atau barisan dimuka dalam berjama’ah
  4. Berasal dari kata shaufanah, yaitu sebangsa buah buahan kecil berbulu-bulu yang banyak sekali tumbuh dipadang pasir di tanah Arab,dimana pakaian kaum sufi itu berbulu seperti buah itu pula ,dalam kesederhananya.
Istialah-istialah dari shafw atau shafaa,dari shufaah,dari shaff,shahufannah,hingga saat ini belumlah menggoyahkan pendapat yang menyatakan, bahwa tasawuf itu berasal darri bab tafa’ul yaitu tafa’ala-yatafa’alu-tafa’ulan,imbanganya adalah tashawwafa-yatasawwafu-tasawwufan tasawwafar rajulu : seorang laki-laki yang telah bertasawuf,maksudnya :telah berpindah halnya dari kehidupan biasa, kepada kehidupan sufi jadi tasawwafar rajulu,berarti Qad saarar rajulu shuufan. Apa sebabnya ? sebab para sufi, bila mana telah memasuki lingkungan tasawuf mereka mempunyai symbol pakaian dari bulu ;tentunya belummlah dari wool,tetapi hampir-hampir menyamai goni dalam kesederhanaanya. Maksudnya membuang pakaian yang mewah bagi diri lalu berganti pakaian dari bulu kesimpulanya asal kata yang terdekat adalah shuufun atau bulu. tashifatul quluub artinya membersihkan atau menggosok hati, sedangkan orangnya sendiri dinamakan sufi.
  Dalam arti lain tasawuf disini menggambarkan bagaimana upaya jalan atau tujuan hidup seseorang untuk menuju kebersihan lahir dan batin dengan mendapat maghfirah dan ridho Allah,yakni ditujukkan dalam kesederhanaanya yang tidak terlalu memikirkan dunia kemudian mengabdikan hidup dunia mereka untuk Akhirat mereka, sehingga mereka dipandang orang yang kuat imanya yang biasanya sholat didepan memilih shaff barisan paling depan, atau mungkin penah di kaitkan dengan para sahabat yang tinggal di suffah nama kamar nabi yang disitu para sahabat selalu aktif di bidang ilmiyah.
ISI TASAWWUF
Apabila kita selidiki secara selectief dari pada tasawwuf, maka kita dapati antara lain ialah :
  1. METAPISIKA.
  2. ETIKA
  3. PSIKOLOGI
  4. AESTETIKA
Ad. 1. METAPISIKA didalam tasawuf banyak sekali terdapat hal-hal metapisika, unsur-unsur akhirat dimana kebanyakan berumber kepada cinta, yaitu cinta orang sufi kepada tuhan, metapisika adalah ilmu tentang yang goib-goib yang tiada lagi berdasar atas ilmu pysik yang biasa, melainkan atas ilmu yang lebih atas lagi, tentang hal yang goib.
Ad. 2. ETIKA : adalah ilmu kesopanan, ilmu kesusilaan, Etika (ethika, ethos, budi pekerti,akhlaq).
Akhlak jamaknya adalah khuluuqun. Jadi akhlak terhadap khalik dan akhlaq terhadap Makhluuq. Didalam tasawuf banyak sekali terdapat ajaran-ajaran ahklak,unsur budi pekerti yaitu Al akhlaquddieniyyah, baik terhadap Allah maupun sesama Hambanya. Kalau Aristoteles Nada etichanya pada kemanusiaan maka Al akhlaquddieniyyah nadanya adalah ketuhanan dimana konsekwensinya adalah berbuat baik kepada manusia.
Ad. 3. PSIKOLOGIA : ada perbedaan antara psikologi modern dan psikologi tasawuf. Psikologi modern ditunjukan dalam menyelidiki jiwa manusia bagi orang lain dus jiwa orang lain yang diselidikinya.
Psikologi tasawuf memulai penyelidikan atas diri sendiri “ haasibu anfusakum qobla antuhasaabuu “ periksalah dirimu sendiri sebelum orang lain yang memerikssanya
Man aroffa nafsahu  faqod arrofa rabbahu “ siapa yang kenal akan dirinya sendiri kenal pula ia akan tuhanya, Tahu diri, mengenal diri lagi sukar apatah lagi tau atau mengenal tuhanya, kita kenal Allah karna Allah.
Jadi kajilah dirimu ! mengkaji dirimu saja sukar, apatah lagi mengakaji tuhan, dimanakah rohku ? itupun tak ketemu apatah lagi dimana tuhan ? lebih tak mungkin lagi ketemu dalam hubungan ini descrates berkata :ana ufakkiru faidzan ana maujuudun. Saya berfikir oleh sebab itu saya ada : saya ada karna saya bepikir.
Kemudian sadarlah engkau bahwa sesungguhnya kamu itu kecil lemah, maka ketahuilah bahwa tuhan maha kuasa tuhan maha perkasa.
Mereka mengatakan mengapa engkau sukar mengetok pintu tuhan  karna engkau sukar mengetok pintu engkau sendiri, maka ketoklah pintumu yaitu pintu hatimu sendiri sebab itulah pintu tuhan. Mengetuk pintu disini berarti memahami kata hati yang datangnya dari tuhan sehingga tidak mengedepankan nafsu apalagi terbuai dengan godaan-godaan duniawi sampai lupa pada ukhrowi
“ Payah-payah mencari bilah, bilah ada didalam buluh “
“ payah-payah mencari Allah, Allah ada didalam tubuh “
Wafiel ardhi aayatul lil mauqinien wafii anfusikum afal tubsiruun “
“ dan di bumi ada beberapa tanda kekuasaan Allah bagi orang yang mau yaqin, dan juga dalam diri-diri kamu; maka tidaklah kamu perhatikan ?”
                           Begitulah psikologi mutasawwifien menyelidiki diri.
                                                Dengan adanya methapisika, Etika, Psikologi didalam tasawwuf itu maka dengan sendirinya  menimbulkam
                        Ad. 4. AESTETIKA : ilmu keindahan yang menimbulkan seni untuk meresapkan seni itu dalam diri, haruslah ada keindahan dalam diri sendiri adapun puncak keindahan itu adalah cinta.
Contoh : hari jam sepuluh pagi. Langit cerah, cuaca terang. Dilaut kelihatan sebuah kapal berlayar sayup terlihat, terapung seperti sabut ditengah lautan lepas. Sambil duduk dipantai aku terpekur aku berpikir, alangkah indahnya alam ini, alangkah Naifnya aku ini alangkah kecilnya diriku ini dibandingkan dengan kebesaran dan keindahan ala mini.
                        Sebuah gunung keliatan dari jauh amat indahnya, tetapi cobalah naiki maka yang akan engkau lihat dan temui adalah lembah dan belerang serta tanah dan kayu –kayuan saja; tapi coba pula kau pandang bawah dari puncaknya gunung tersebut,indah pula jadinya ada orang lain pula yang melihat seperti itu tapi dia tiada melihat apa-apa disana
Jadi adakah indah itu ? ada !
                        Dimanakah tempatnya  ? entahlah, tapi dia pasti ada tetapi tiada dapat ditunjukan dimana dia berada. Dari indah itu menimbulkan iman kepada Allah. Allah ada, tetapi tiada dapat ditunjukan dimana Allah itu berada selanjutnya dimanakah indah itu  ? kalau demikian indah itu ada hubunganya dengan diri kalau ada indah pada diri kita  barulah kita dapat mengenal indah, orang yang tiada mempunyai keindahan dalam dirinya ,tiada dapat diberi indah dan tiada dapat mengenal indahjadi tasawuf dengan merenung itu juga mengkaji estetika atau keindahan.
Indah itu sifat tuhan saya tak dapat melihat tuhan tetapi saya dapat melihat indah alat utuk mengetahui indah adalah mata dan telinga gabungan melihat dan mendengar tercapailah keindahan.Rasa indah itu digambar dengan seni oleh karna itu seniman dan sufi berdekatan sekali
INTI TASAWUF
  1. AL MANAZIL                 : Tempat-tempat perhentian yang dilalui
  2. AL MASYAAHID           : Hal-hal yang terlihat ditengah perjalanan
  3. AL MAQAAMAT atau
 KASBIYAH                     : derajat-derajat yang diperolehdengan usaha         sendiri
  1. AL AHWAL atau
MAUHIBIYYAH  : Derajat-derajat yang diperoleh dengan karunia dan Anugrah Allah.
                        Penjelasan-penjelasanya :
  1. AL MANAZIL
                             Waktu dimana tergetarnya hati untuk menghentikan diri dari kelalaian, timbul kesadaran diri sesudah lalai dan alpha selama ini sebab kerepotan dunia menyebabkan orang lalai, kehilangan bumi tempat berpijak, kehilangn langit tempat bernaung.
                        Mata manusia terbuka, tetapi perasaanya tertidur,sebelum sampai kepadanya seruan yang menyadarkan maka manusia tersebut akan tetap pada kelalaianya, dan ketika seruan itu tiba maka manusia akan mempunyai rasa teqad yang kuat untuk meninggalkan kelalaianya karna setelah  seruan itu mereka menjadi sadar betapa meruginya mereka ketika dalam kelalaian.sesudah diri sadar dari kelalaian.maka berteqad penuh untuk pergi serta memisah kan diri dari segala penghambat dan penghalang  jadi diri bersikap untuk pergi dengan menjuruskan hati menuju Allah SWT. Pikiran disatukan pandangan hati dijuruskan kepada yang dituju,ialah Allah basuhlah hatimu dengan dzikir kepada Allah yang menentramkan hati
                        Inilah dan sampai disinilah nanti yang disebut dengan AL MANAZIL
  1. AL MASYAAHID
       Didalam jiwa kita banyak terdapat sifat-sifat yang tercela dimana sifat-sifat tersebut harus kita kikis habis-habisan agar jangan lagi bersemi dalam hati kita, dijelaskan sifat-sifat tercela kita itu adalah hal-hal yang terlibat di tengah perjalanan, biasanya sifat-sifat itulah yang membuat perjalan kita berbelok ketika kita kalah dengan kelalaian, kebalikanya ketika orang tersebut dapat mengatasi cobaan  dan ujian tersebut maka sampailah orang tersebut pada AL MASYAHID . dengan keberhasilan dan kesuksesanya mengatasi rintangan hidup mereka.
  1. AL MAQAMAAT
Derajat-derajat yang diperoleh sendiri yaitu sebagai penghargaan atas amal ibadah yang selalu dikerjakan olehnya dengan penuh kesungguahan dan keikhlasanya, yang maqomaat disini ada banyak tittle yang dapat disandangkan kepada mereka yang bersungguh-sungguh.yang menjadi catatan tidak hanya perbuatan baik saja yang mendapakan gelar dari Allah SWT tetapi perbuatan tidak baikpun akan mendapatkan bagian dari gelar oleh Allah SWT.
  1. AL AHWAL
Berbeda dengan sebelunya AL AHWAL adalah Anugrah Allah SWT yang dengan atau tanpa perjuangan orang yang di kehendakikan akan tetap mendapat gelar jabatan derajat oleh Allah swt, karna yang seperti ini merupakan taqdir Allah SWT.
        
       Untuk menempuh kesufian  cara yang yang ditempuh para sufi untuk menjadi sufi tapi sebelum kita membicarakan tentang thariqat lebih dahulu kita perkatakan tentang syariat.
Ilmu orang Alim belumlah dapat menyamai tingginya derajat makrifat dari orang yang arif, ma’rifat adalah natijah dimulai dengan syariat thariqat kemudian makrifat
SYARIAT
       Adalah peraturan peraturan yang mencakup didalamnya ternmasuk soal-soal :wajib ,sunnah, haram, makruh, mubah.
Jadi hokum syariah adalah berhubungan dengan perintah-perintah dan larangan agama, masuk dalam syara segala amal-amal dzahir seperti sembahyang puasa zakat haji berjihad fisabililah menuntut ilmu dan sebagainya juga hukum-hukum dalam bidang ekonomi dan social politik.
Hokum syara terbagi menjadi dua, ialah pokok dan cabang, dalam soal-soal pokok telah cukup dijelaskan oleh sumbeer-sumber islam yang sempurna, yang tiada memberikan tempat perselisihan dan tiada memberikan tempat ijtihad, seperti masalah keesaan tuhan yng mutlak, masalah-masalah iman sembahyang dan rokaat-rokaatnya menunaikan zakat, puasa ramadhan, haji kebaitullah.
Dalam soal soal cabang , seperti masalah masalah warisan, utang piutang talaq hukuman-hukuman, halal dan haram, sandang pangan, memang hokum syara menetapkan secara mujmal. Rosulullah telah menjelaskan masalah-masalah itu dikala hidup beliau dan mendiamkan persoalan–persoalan yang belum membutuhkan penjelasan pada waktu itu agar para ulama dibelakang beliau dapat memberikan tafsiran atas interpretasi yang sesuai keadaan, adapun soal-soal seperti ini dapat berubah menurut keadaan waktu dan tempat
THARIQAT
       Thariqat adalah jalan atau sistim yang ditempuh menuju keridoan Allah semata-mata. Adapun ikhtiar menuju jalan itu disebut suluk, sedangkan orangnya bernama salik jadi thatiqat adalah saluran dari tasawwuf,
        tujuan tasawwuf adalah fanaa” yaitu leburnya pribadi kita pada ke baqaan. Secara filosof : ialah meniadakan diri supaya ada “ menempatkan diri pada posisi dimana dia merasa hilang dari dunia ini dan berbuat untuk akhirat tetapi dengan ini dia merasa lebih ada (hidup), karna kedekatanya dengan sang khaliq dia merasa nyaman dan mendapatkan nikmat yang tertandingi sampai munkin karna dekatnya dia merasa dimanjakan dengan dikabulkanya semua yang menjadi keinginanya.
Sebab-sebab timbulnya thariqat
  1. Karena memang dalam diri manusia terselip aanleg atau muyul yang cenderung pada kehidupan kerohanian menjadi kegemaranya menjadi hobinya
  2. Karena reaksi zaman dan tempat misalnya sesudah adanya suatu revolusi setempat atau penguasa bertindak sewenang-wenang sehingga banyak orang bersifat apaties, masa bodoh kemudian menerjunkan diri memasuki tharekat sebagai pelopor pioneer ditempat itu.
  3. Karena jemunya orang dengan kehidupan yang enak didunia, ingin menyendiri dan hidup secara sederhana, sejarah mencatat setelah saat itu timbul thariqat adalah pada penghabisan abad ketiga  dan permulaan abad keempat para sufi merasa harus ada tharikat sistema yang harus ditempuh oleh para murid dalam menempuh lapangan tasawwuf.
Materi thariqat : sebagai puncak dari dzikir adalah zikir nasfu dan itsbaat : Lailahaillallahu
                        Zikir lisan adalah : Allahu
                        Zikir hati atau qolbi adalah : hu
       Bila dalam dzikir itu sudah tak ingat pada yang lain, orang itu tiada sadar dia merasa perasaan lazat dalam dirinya ia kemudian jazab ia kemudian wusuul atau bullul
       Tiap thariqat dalam sukunya mempunyai Rahasia-rahasia, kode-kode yang hanya tau syeikh kepada muridnya saja.
Sistema Thariqat
Setiap Thariqat atau Thaifah bmempunyai system atau cara sendir-sendiri dan dirahasiakan untuk mencari jazab(fanna) yaitu merasa antara diri dengan DIA menjadi satu ; sebab bilaman antara diri dengan dia masih berantara, belumlah sampai paa tujuan man lam yazuq lam ya’rif:barangsiapa belum atau tidak merasa,belum atau tidaklah mengetahui hal ini tak sanggup pena melukiskanya dengan tulisan tak dapat lidah menerangkanya dengan kata-kata akan tetapi tiap tiap individu akan mengerti bila mengalaminya.
Garis besarnya, cara-cara thariqat adalah :
  1. Berdzikir  duduk tafakur disuatu kamar yang gelap seorang diri dalam keadaan tidk boleh kenyang, sebab puasa adalah salah satu masuk kedalam situasi itu.
  2. 2.      Beratib bersama-sama dengan dzikir Lailahaillallah sesudah mencapai klimaksnya mencapai puncaknya badan akan jatuh dan saat itu mereka dalam keadaan jazab katanya waktu dimana mereka benar-benar lupa dengan Dunia tempat mereka berpijak.
  3. 3.      Bermusik membaca wirid-wirid syair-syair dengan diiringi rebana.
  4. 4.      Menari sambil zikir juga menari dengan khaifiat yang khusus tarian menurut dzikir.
  5. 5.      Bernafas dengan mengatur nafas sambil juga mereka berdzikirmereka berusaha menyedikitkan nafas memperbanyak dzikir.
  6. Bersenam menyebut Lailahaillallah sambil berdiri yaitu bersenam dengan cara teratur.

Ahli- ahli sufi
NOMISTIS : ahli-ahli sufi yang masih mengakui syariat
ANOMISTIS : ahli-ahli sufi yang tidak lagi mengakui syariat
Dari dua istilah ini terbagi dalam :
 NOMISTIS : 1. Anggapan bahwa amal dzahir hanya mana bila diiringi oleh amal hati dan mengakui syariat
2. anggapan yang tidak mengakui syariat hanya menganggap segala aturan syariat sebagai lambang saja
ANOMISTIS : 1. tidak mengakui syariat dan melepaskan diri daripadanya, tak ada artinya syariat lagi bagi orang yang sudah tau
2. tidak mengakui syariat dan melepaskan diri dari segala aturanya
Sumber tasawwuf
menurut para sufi sumber tasawuf itu sendiri dari agama islam sendiri yaitu dari alqur’anul karim, alhadist kehidupan Rosulullah kehidupan para sahabat beliau.yang paling penting tasawuff itu sendiri berasal dari Allah SWT yang tiadalah ada segala sesuatu itu keculai atas kehandakNya, Allah itu seoerti penulis dan manusia adalah pena yang akan bergerak sesuai dengan keinginan si penulisdalm hadist qudsi dinyatakan
                  “senantiasalah hamba-hambaku mendekatkan kepadaku dengan amal-amal yang nawafil sehingga aku cinta kepadanya jadikanlah aku pengdengaran ya yang dengan dia mereka melihat jadiakanlah aku lidah nya yang dengan dia mereka berkata kata jadilah aku tngan ya yang deengan dia mereka memukul jadikankah aku kakinya yagn dengan dia mereka berjalan . dengan aku mereka mendengar, degan aaku mereka berakal ,dengan aku mreka memukul dan dengan akau mereka berjalan……..”
 Maka hadist ini yang merindukan para sufi kepada Allah SWT .

Kesimpulan
  1. Tasawuf islam adalah sumber dari agama islam itu sendiri dari AL quranul karim , Al Hadist contoh  kehidupan Rosulullah dan kehidupan para sahabat beliau
  2. Masuklah kelapangan tasawuf dengan tuntunan secar quranic dan sunnic
  3. Tasawuf mengontro;ll diri sendiri memperbaiki diri setiap waktu dimana saja dan disaat apa saja kita berada Tasawuf mulai dari dalam diri menuju kedalm diri
  4. Pelajarilah terlebih dahulu fiqih dan usul fiqih kemudian dalamilah ilmu kalam barulah masuki lapangan ilmu tasawuf agar kita tiada sesat dalam Ber-tuhan kepada Allah,Allah tetap Allah, Hamba tetap Hamba khaliq tetap khaliq dan makhluk tetap makhluk Al abid dan Al Ma’bud tak dapat bersatu
  5. Pergunakanlah tasawuf untuk membersihkandiri Lahir dan Batin, semata-mata guna mencari keridoan Allah swt
  6. Pupuklah iman dan iringilah dengan amal sholeh.